Kita Terlalu Naif pada Internet

Perkembangan internet di Indonesia begitu pesat. Dalam kurun waktu, negeri kita tak kalah dengan yang lain. Misal saja di kawasan Asia. Akan tetapi untuk mencapainya, ada saja aral melintang. Lantaran, di beberapa sisi kita masih ada beberapa kendala.

Terkadang penyebabnya ada pada masyarakat sendiri, yang identik sebagai user aktif dari internet. Belum lagi bicara pengaruh sosial yang timbul didalamnya, dan masih banyak lagi. Namun, kondisi seperti ini tak menghambat laju kreatifitas masyarakat di negeri ini untuk melahirkan karya-karya baru. Mendobrak dan melahirkan inovasi terkini dari pengaruh internetisasi.

Di tengah serba keterbatasan, banyak muncul orang-orang handal di bidang teknologi dan informasi. Hal ini menunjukkan bahwa bangsa ini layak dijajarkan dengan bangsa lain. Salah satu penyebabnya adalah pada fenomena demam kebutuhan internet di masyarakat. Dari yang sekian banyak itu ada nama Onno Widodo Purbo. Banyak ide pemikiran dari segala bentuk buah karya yang diciptakan oleh Pakar IT, yang biasa disapa Onno W. Purbo ini.

Dalam sebuah kesempatan, wisudawan terbaik tahun 1987 Teknik Elektro ITB ini, memaparkan pandangannya tentang geliat internet di negeri ini. Diawali dari penilaiannya pada sisi pengguna internet dan kenaifan masyarakat, hingga pada sisi pemerintah yang berwenang dalam bidang ini. Namun, baginya kita sebagai manusia yang dikaruniai akal pikiran jangan berhenti di satu jalan. Terus berupaya untuk melahirkan sebuah hal yang baru berdasar kebutuhan masyarakat.

Penggunaan Internet masih jadi problema di lingkup masyarakat. Terlebih pada penyalahgunaan fungsinya. Tanggapan Anda?

Masyarakat di negeri ini masih terlalu naif. Ya, karena kita masih kerap menyalahgunakan fungsi penggunaan internet yang begitu besar membantu segala kebutuhan.

Sebagai salah satu penggiat security komputer generasi awal di Internet (di saat Internet saat itu masih awal masuk di Indonesia). Bagaimana melihat perkembangan security awareness dari masa dulu hingga sekarang?

Kalau massa hacker atau orang yang jago security jelas sekarang ini jauh lebih banyak. Cuma orang yang tidak tahu soal virus, security dan lainnya juga jauh lebih banyak lagi daripada dulu. Jadi lumayan juga effort-nya buat membuat aware orang-orang.

Bicara perkembangan IT di negeri ini, jelas tak terpisahkan dari orang-orangnya. Dan, kalau bicara IT di negeri kita tak kalah dengan luar negeri. Akan tetapi kita selalu dipandang sebelah mata. Mengapa demikian?

Singkat saja, mengomentari hal ini. Di negeri kita jumlah orang yang benar-benar pintar di bidang informasi dan teknologi cuma sedikit sekali. Jadi kalau soal infrastruktur kita sebenarnya tidak kalah dengan luar negeri.

Pendapat Anda tentang komunitas IT di Indonesia?

Terima kasih buat para komunitas yang telah terlahir di Indonesia, dan itupun jumlahnya cukup banyak. Ini menandakan masyarakat kita semakin getol pada dunia IT. Lebih lengkapnya di Indonesia ada AWARI, IndoWLI, KPLI, AOSI, MASTEL, APKOMINDO, dan masih banyak yang lain termasuk belum lagi yang level hacker banyak banget.

Ada kritik dan saran buat komunitas IT?

Satu saja. Selalu berinovasi dan terus ciptakanlah hal-hal baru.

Pendapat mengenai Undang-Undang ITE ?

Secara umum Undang-Undang ITE belum sempurna, masih mengundang banyak kontroversi. Walaupun ada banyak sekali keterbatasan, kita bangsa Indonesia perlu bersyukur akan adanya UU ini. Semoga dapat menjadikan kehidupan kita berbangsa dan bernegara di ruang cyber menjadi lebih baik lagi. Walaupun hati kecil saya masih berharap, semoga para oknum aparat dan para oknum birokrat tidak memanfaatkan UU ITE ini untuk memancing di air keruh.

Tentang Open Source, bagaimana perkembangan & masa depannya di Indonesia?

Kalau komunitas open source di Indonesia termasuk kuat di kawasan ASEAN. Hingga sekarang belum ada negara yang punya kekuatan komunitas yang demikian di ASEAN. Namun, bila di ASIA mungkin kita hampir sama dengan India, Cina, Jepang cuma Indonesia lebih grass root gerakannya kalau mereka agak lebih formal. Saya percaya kalau komunitas ini bisa bekejasama apalagi kalau didukung pemerintah, jelas dapat lebih dahsyat hasilnya.

Menurut penilaian Anda bagaimana perhatian pemerintah terhadap Open Source?

Barangkali Ristek dan Telkom yang pada hari ini paling concern ke open source. RISTEK mendanai buku sekolah elektronik (BSE) open source baik SMP, SMA dan SMK. Contohnya pada 20 Mei 2009 lalu telah diberikan ke publik. Dan bukannya promosi, Telkom sudah lama mendukung mesin opensource.telkomspeedy.com. Menurut saya ini mesin tergila yang traffic-nya sudah lebih dari 15 persen traffic Telkom Speedy. Kembali terkait pemerintah, menurut pribadi saya Menristek dan Telkom juga sekarang mendukung mesin http://sourceforge.telkomspeedy.com yang dikembangkan oleh Anton Raharja si pembuat VoIP Rakyat. Mesin ini bisa digunakan oleh para developer open source untuk hosting pekerjaannya supaya bisa di ambil secara gratis oleh user open source di Indonesia.

Terkait dengan Hak Cipta, sikap Anda?

Saya tidak percaya pada hak cipta. Saya lebih percaya Tuhan, hak cipta itu Tuhan yang punya. Begitu juga rezeki. Bagi saya, tidak perlu mengklaim hak cipta kita, karena semua yang kita miliki itu berasal dari Tuhan

Anda pernah menjelaskan VoIP tidak bisa diidentikan dengan pencurian pulsa. Mengapa?

VoIP dengan sendirinya tidak bisa dianalogikan memparalelkan saluran telepon atau mencatut listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Ini karena pengusaha VoIP tetap menggunakan kabel telepon secara biasa, membayar abonemen secara biasa dan membayar tagihan pulsa pun secara biasa. Yang tak biasa, lalu lintas data suara VoIP diatur oleh provider internet atau ISP (internet service provider)

Anda pernah menciptakan sebuah karya spektakuler yakni Wajanbolic, apa yang ingin disampaikan dari itu?

Intinya internet terjangkau oleh rakyat. Dan itupun, sebenarnya itu karya bersama rekan, yakni Gunawan, ia antara lain menciptakan wajanbolic, yakni sebentuk antena untuk keperluan internet nirkabel yang berbiaya murah, karena terbuat dari wajan.

Penggunaan wajanbolic hasil temuan spektakulernya ini memiliki keuntungan, antara lain meningkatnya jarak jangkauan wireless LAN, dan rendahnya biaya akses internet, karena perangkat ini mudah dibuat dan hanya memerlukan sedikit biaya. Wajanbolic temuannya ini dapat dibuat dari barang sehari-hari yang mudah didapat, sehingga saat ini penggunaannya cukup populer di kalangan rakyat jelata.

Oleh: Onno W. Purbo

About The Author

Reply